6 Seni Bela Diri Asli Indonesia

Hasil gambar untuk beladiri di indonesia

Karate, Kung Fu, Taekwondo, Muay Thai, adalah beberapa nama seni bela diri yang sering terdengar namanya. Dari film hingga kejuaraan, mereka sering menampilkan kehebatan seni bela diri yang berasal dari luar negeri.

Eits, tapi tunggu dulu, Indonesia juga memiliki seni bela diri tradisional yang tidak kalah hebat dari gerakan seni bela diri asing itu. Ini beberapa di antaranya.

Pencak Silat

Sejarah pencak silat di indonesia sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, Pencak silat sendiri merupakan salah satu seni bela diri tradisional asli Indonesia yang diajarkan secara turun temurun.

Asal-usulnya berasal dari budaya pesisir Melayu Sumatra dan semenanjung Malaka. Penyebarannya ke kepulauan dipengaruhi oleh para ulama bersama dengan penyebaran Islam pada abad ke-14.

Sekarang, pencak silat tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi telah menyebar ke seluruh dunia dan bahkan ada 33 organisasi pencak silat di dunia.

Dari sekian banyak aliran pencak silat di indonesia, PSHT adalah yang paling populer, dan juga paling banyak pesilatnya, baca juga sejarah PSHT.

Selain itu, seni bela diri juga telah menjadi olahraga resmi dalam kompetisi SEA Games. Sekarang ada juga beberapa federasi pencak silat nasional Eropa yang membuktikan bahwa seni bela diri ini sangat diminati di luar Indonesia.

Silek Minangkabau

Minangkabau juga memiliki seni bela diri sendiri yang disebut Minangkabau Silek atau Minangkabau Silat. Seni bela diri ini berasal dari Sumatera Barat dan telah ada selama ratusan tahun dan telah diturunkan dari generasi ke generasi.

Orang Minangkabau memiliki kebiasaan berkeliaran untuk waktu yang lama. Untuk melindungi diri saat bepergian ke luar negeri, silang Minangkabau akan menjadi metode pertahanan jika mereka diserang oleh orang jahat.

Tarung Drajat

Tarung Drajat pertama kali diciptakan oleh Achmad Drajad pada 1960-an di Bandung. Teknik bela diri ini ia kembangkan dari pengalamannya bertarung di jalanan. Teknik bela dirinya menggunakan kontak seluruh tubuh, alias menggunakan seluruh tubuh.

Pada tahun 1998, Tarung Drajat secara resmi menjadi olahraga nasional dan digunakan untuk pelatihan dasar Angkatan Darat. Pertahanan diri ini menekankan serangan agresif dalam meninju dan menendang, serta berbagai teknik menendang, mengunci dan menyapu kaki. Seni bela diri ini kini juga menjadi olahraga di Sea Games 2013.

Cimande

Cimande Silat adalah salah satu sekolah seni bela diri tertua di Indonesia. Dikatakan bahwa seni bela diri ini diciptakan oleh seorang kyai bernama mbah Kahir. Sekitar 1760, ia memperkenalkan seni bela diri kepada murid-muridnya. Itu sebabnya ia dianggap sebagai guru pertama seni bela diri Cimande.

Murid-muridnya kemudian menyebarkan silat Cimande di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan Cimande kini juga telah menyebar ke berbagai tempat di luar negeri.

Perisai Diri

Perisai Diri didirikan pada 2 Juli 1955 di Surabaya oleh RM Soebandiman Dirdjoatmodjo, putra pengadilan kerajaan di Istana Paku Alam. Teknik silat di Self Shield berisi 156 gaya silat dari berbagai daerah di Indonesia serta Shaolin dari Cina. Peziarah akan diajarkan teknik seni bela diri yang efektif dengan tangan dan senjata kosong.

Seni bela diri ini telah diakui dan secara resmi menjadi anggota IPSI atau Asosiasi Pencak Silat Indonesia. Self Shield juga mendapat gelar Historical College karena merupakan salah satu seni bela diri yang berperan besar dalam sejarah pembentukan IPSI.

Bakti Negara

Di Bali ada aliran sekolah seni bela diri yang disebut Bakti Negara. Seni bela diri ini menggunakan pedoman Hindu Bali dan filsafat di Indonesia. Bakti Negara dibentuk pada 31 Januari 1955 di Banjar Kaliungu Kaja, Denpasar, Bali oleh mantan pejuang kemerdekaan.

Mereka adalah Anak Agung Rai Tokir, I Bagus Made Rai Keplag, Anak Agung Meranggi, Sri Empu Dwi Tantra, dan Ida Bagus Oka Dewangkara. Beberapa gerakan dari Bakti Negara seperti tarian Bali.

Itu hanya bagian dari beberapa seni bela diri asli Indonesia. Itu semua membuktikan bahwa warga negara Indonesia juga hebat, bukti bahwa mereka mampu mengembangkan seni bela diri mereka sendiri. Namun sayangnya, tidak terlalu banyak orang berlatih bela diri karena kesibukan. Padahal seni bela diri punya banyak manfaat lho, mulai dari menjaga kesehatan hingga memberikan dasar perlindungan diri jika tiba-tiba diserang. Tidak ada yang salah dengan melatih diri sendiri?

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*