Gejala Umum yang Dirasakan Pada Penyakit Moluskum Kontagiosum

Penyakit moluskum kontagiosum terdapat gejala-gejala yang ditimbulkan saat penyakit ini muncul. Gejala-gejala ini muncul dan terlihat setelah virus moluskum kontagiosum ini telah ada didalam tubuh manusia sekitar 2 bulan. Sehingga gejala yang muncul bukanlah gejala awal moluskum kontagiosum. Karena virus ini telah mengidap dalam tubuh manusia selama 2 bulan sebelum gejala awal terlihat. Inilah keunikan penyakit moluskum kontagiosum. Walaupun setiap penyakit mempunyai gejala-gejala pada penderita, akan tetapi justru penyakit moluskum kontagiosum ini baru dirasakan gejalanya setelah 2 bulan. Meski begitu, penyakit moluskum kontagiosum ini mudah menular baik melalui kontak secara langsung maupun melalui benda-benda yang telah terinfeksi virus moluskum kontagiosum. Maka penting membahas mengenai gejala awal penyakit moluskum kontagiosum ini. Sehingga pada pembahasan kali ini kami akan membahas mengenai gejala umum moluskum kontagiosum yang dialami oleh anak dan orang dewasa yang mengidap penyakit ini. Inilah diantara gejala penyakit moluskum kontagiosum yang diambil dari berbagai sumber. Berikut gejala umum moluskum kontagiosum.

Sumber : parenting.orami.co.id

Dilansir dari hellosehat.com, gejala dan tanda-tanda munculnya penyakit ini adalah munculnya bintil-bintil kecil pada tubuh yang terinfeksi, yang sering terletak pada wajah, kelopak mata, ketiak, dan paha serta selangkangan. Namun biasanya bintil-bintil ini tidak muncul pada tangan, telapak kaki, dan mulut. Bintil-bintil ini berukuran lebar sekitar 2-5 milimeter, dan terdapat lesung pada bagian tengah. Tidak akan terjadi peradangan atau pembengkakan dan merah apabila tidak memencet bintil maupun luka yang dapat menyebabkan virus menyebar.

Selain itu, menurut alodokter.com, gejala umum moluskum kontagiosum adalah diantaranya sebagai berikut :

  1. Moluskum kontagiosum berukuran kecil, sebesar biji kacang hijau atau sebesar biji kacang tanah
  2. Bintil-bintil moluskum kontagiosum muncul didaerah wajah, leher, ketiak, perut, kelamin, serta tungkai
  3. Warna bintil sama seperti warna kulit, yaitu putih atau merah muda
  4. Pada tengah bintil terdapat titik kecil berwarna putih kekuningan
  5. Jumlah bintil yang muncul dalam tubuh berjumlah sekitar 20 sampai 30 bintil. Akan tetapi pada orang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah, jumlah bintil akan semakin banyak.
  6. Awalnya bintil ini keras jika disentuh, akan tetapi bintil ini akan lunak seiring waktu.
  7. Bintil moluskum kontagiosum tidak menimbulkan nyeri, akan tetapi menimbulkan rasa gatal pada kulit.
  8. Bintil moluskum kontagiosum dapat mengalami peradangan. Jika bintil moluskum ini pecah, akan mengeluarkan cairan berwarna kekuningan jika digaruk. Hal ini dapat menyebabkan infeksi pada kulit dan menimbulkan bakteri pada kulit.

Gejala umum moluskum kontagiosum yang lainnya adalah munculnya lesi berbentuk kubah yang muncul pada kulit. Lesi moluskum kontagiosum ini dapat berwarna putih, merah muda, atau terkadang sama dengan warna kulit dan juga adanya lesung atau lubang pada bagian tengahnya. Lesi ini berukuran kecil sekitar 2 sampai 6 milimeter. Lesi ini tampak berkilau dengan tekstur halus dan padat. Terkadang lesi ini dapat menimbulkan rasa gatal, nyeri, merah, atau membengkak. Lesi juga muncul pada bagian tubuh tertentu, akan tetapi lesi ini jarang muncul pada bagian telapak tangan dan kaki.[1]

Inilah gejala umum pada penyakit moluskum kontagiosum yang diambil dari beberapa sumber. Apabila muncul gejala-gejala tersebut pada keluarga dan saudara Anda, segera konsultasikan pada dokter. Agar segera mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat dari dokter. Karena penyakit moluskum kontagiosum ini dapat menyebar dan menular, maka lebih baik tidak menggaruk bintil moluskum ini agar penyakit ini tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya.


[1] halodoc.com

Uncategorized

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*